Sinergi Pemerintah dan Pendekar: Plt. Bupati Bunda Lisdyarita Hadiri Halal Bihalal Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PONOROGO – Jantung kota Ponorogo seakan bergetar oleh semangat persaudaraan saat warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia berkumpul di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Minggu (5/4). Agenda Halal Bihalal dan Temu Kadang 1447 H kali ini terasa kian istimewa berkat hadirnya Bunda Rita, sapaan akrab Plt. Bupati Hj. Lisdyarita. Kehadiran pemimpin daerah tersebut merupakan simbol dukungan penuh pemerintah terhadap peran SH Terate sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter luhur para pemuda di Bumi Reog.

Sejak pagi, para warga yang mengenakan seragam sakral hitam-hitam tampak memenuhi pelataran hingga bagian dalam Pendopo Agung dengan tertib. Kehadiran Bunda Lisdyarita di tengah-tengah keluarga besar SH Terate Cabang Ponorogo disambut hangat, menunjukkan harmoni yang kuat antara pemerintah daerah (umaro) dengan organisasi pencak silat berbasis budaya dan persaudaraan ini.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Lisdyarita menekankan bahwa SH Terate bukan sekadar organisasi olahraga bela diri, melainkan sekolah kehidupan bagi pembentukan akhlak. Beliau menyampaikan pesan penting terkait kolaborasi membangun daerah:

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo sangat mengapresiasi peran aktif keluarga besar SH Terate. Kami berharap sinergi ini terus terjalin kuat. Mari kita bersama-sama membangun Ponorogo dengan semangat gotong royong dan saling menghargai satu sama lain.”

Penegasan mengenai jati diri seorang warga “Setia Hati” juga disampaikan oleh Ketua Persaudaeaan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, Kangmas Moh. Komarudin. Beliau mengingatkan pentingnya untuk memiliki sikap rendah hati dan menjunjung tinggi perdamaian di manapun paragraf pendekar SH Terate berada. Dalam salah satu bagian pidatonya, beliau menegaskan:

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata dari ajaran ‘Memayu Hayuning Bawana’. Sebagai warga SH Terate, kita harus menjadi pelopor perdamaian dan perekat persaudaraan, khususnya di bumi Ponorogo yang kita cintai ini.”

Nuansa spiritual semakin kental saat tokoh agama Drs. KH. Kasanun, M.Ag. memberikan tausiah yang menyejukkan. Beliau membedah makna filosofis di balik kekuatan seorang pendekar yang sesungguhnya. Menurutnya, kemenangan sejati adalah saat seseorang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Beliau berpesan:

“Kesaktian yang paling utama bukanlah saat kita mampu menjatuhkan lawan, melainkan saat kita mampu mengalahkan ego diri sendiri untuk memberikan maaf. Itulah esensi sejati dari kemenangan setelah sebulan penuh kita berpuasa.”

Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa SH Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia tetap berkomitmen pada jalur pendidikan karakter. Di bawah atap Pendopo Kabupaten Ponorogo, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi jabat tangan dengan penuh kekeluargaan. Adapun tujuannya adalah memastikan bahwa semangat persaudaraan tetap menjadi napas utama dalam menjaga marwah organisasi dan kondusivitas daerah.
Kehadiran Bunda Lisdyarita diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi warga SH Terate Cabang Ponorogo untuk terus berkontribusi positif, tidak hanya dalam prestasi olahraga, tetapi juga dalam mencetak insan yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.