
PONOROGO – Pelaksanaan Longmarch serentak yang diikuti 3.101 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo pada Minggu (19/04/2026) berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kesuksesan agenda besar ini tidak lepas dari dukungan penuh aparat kepolisian di wilayah hukum Polres Ponorogo beserta jajaran Polsek di 28 Ranting dan Komisariat. Sinergi yang apik antara petugas keamanan dan jajaran pengamanan internal organisasi (PAMTER) memastikan ribuan siswa dapat melintasi rute dengan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan lainnya.

Keluarga besar SH Terate Cabang Ponorogo menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada aparat kepolisian yang telah mengawal jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa aman sekaligus menjadi mitra dalam menjaga kondusivitas wilayah selama kegiatan berlangsung. Kerjasama ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara elemen masyarakat dan penegak hukum dalam mendukung kegiatan positif yang berlandaskan semangat kebangsaan dan cinta NKRI.

Ketertiban yang ditunjukkan oleh ribuan siswa di sepanjang rute Longmarch menjadi bukti nyata perwujudan ajaran kesantunan yang bersumber dari Pusat Madiun. Sebagai organisasi yang memegang teguh nilai budi luhur, SH Terate Cabang Ponorogo memastikan bahwa setiap anggotanya mampu menempatkan diri dengan sopan di tengah masyarakat. Siswa diajarkan untuk menghormati pengguna jalan, menjaga etika berkomunikasi, dan tetap rendah hati meskipun sedang membawa Panji Merah Putih serta Panji organisasi.

Kesantunan ini bukanlah hal baru, melainkan ruh organisasi yang telah diletakkan oleh Sang Pendiri, Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan, beliau mewariskan karakter pendekar yang berwibawa namun tetap membumi. Sinkronisasi antara sejarah perjuangan masa lalu dengan kepengurusan Pusat Madiun saat ini terus ditekankan agar setiap warga SH Terate menjadi teladan dalam hal ketertiban umum dan perilaku sosial yang baik di wilayah Cabang Ponorogo.

Di tengah perjalanan, selain penguatan fisik dan mental, para siswa tetap konsisten melaksanakan aksi sosial nyata seperti kerja bakti dan pembersihan fasilitas umum. Mulai dari pembersihan makam oleh Ranting Kota, pembangunan mushola di Jetis, hingga aksi pungut sampah oleh Komisariat Pemkab, semuanya dilakukan dengan sikap santun dan penuh semangat gotong royong. Hal ini membuktikan bahwa ajaran SH Terate adalah ajaran yang solutif dan memberikan kedamaian bagi lingkungan sekitar.
Melalui keberhasilan kegiatan ini, SH Terate Cabang Ponorogo kembali menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi organisasi yang tertib administrasi maupun tertib di lapangan. Dengan bimbingan yang konsisten, para pendekar muda ini diharapkan terus konsisten menjaga marwah organisasi sebagai benteng pertahanan budaya yang nasionalis dan santun. Semangat ini akan terus dijaga sebagai bentuk bakti kepada bangsa dan negara guna mewujudkan tatanan masyarakat yang harmonis.






