Wujudkan Bakti Nyata, Longmarch Serentak 3.101 Siswa SH Terate Cabang Ponorogo Diwarnai Aksi Sosial di Berbagai Titik

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PONOROGO – Kegiatan Longmarch serentak yang diikuti 3.101 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia pada Minggu, 19 April 2026, bukan sekadar uji ketahanan fisik. Di balik kibaran Bendera Merah Putih dan Panji SH Terate yang dibawa para siswa, terselip misi kemanusiaan yang kuat melalui aksi bakti sosial nyata. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan di bawah naungan kepengurusan Pusat Madiun senantiasa menyelaraskan antara ketangkasan bela diri dengan kepekaan sosial, sebagaimana yang dicontohkan oleh sosok pendiri sekaligus Pahlawan Perintis Kemerdekaan, Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

​Di pusat kota, para siswa dari Ranting Kota menunjukkan pengabdiannya dengan melaksanakan kerja bakti pembersihan makam umum. Dengan penuh khidmat, mereka membersihkan area pemakaman sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus menjaga keasrian lingkungan religi di tengah kota. Langkah ini menjadi cerminan bahwa pendekar SH Terate dididik untuk memiliki jiwa yang santun dan menghargai sejarah serta tempat-tempat yang sakral bagi masyarakat sekitar.

​Semangat gotong royong juga terlihat kuat di wilayah selatan, di mana siswa dan warga Ranting Jetis bahu-membahu dalam pembangunan Mushola Darun Nadwah. Melalui kerja bakti ini, pendekar SH Terate Ponorogo menunjukkan perannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan fasilitas ibadah bagi masyarakat. Sinergi ini memperkuat sinkronisasi antara ajaran organisasi dengan nilai-nilai keagamaan, memastikan bahwa setiap keberadaan anggota PSHT membawa manfaat langsung bagi pembangunan sarana publik di lingkungannya.

​Aksi inovatif ditunjukkan oleh Komisariat Pemkab Ponorogo yang melaksanakan Longmarch sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. Sambil berlari kecil membawa panji organisasi, para siswa dengan sigap mengambil sampah yang berserakan di jalanan protokol, membuktikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan adalah bagian dari pendidikan kebangsaan. Di sisi lain, Ranting Sooko memfokuskan aksinya pada keselamatan jalan dengan melakukan kerja bakti mengurangi tumpukan tanah yang mengganggu bahu jalan, guna memperlancar arus lalu lintas dan meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

​Di wilayah timur, Ranting Pulung menggelar aksi bersih-bersih taman di sekitar Monumen PSHT Terbesar di Indonesia yang menjadi ikon kebanggaan di wilayah tersebut. Perawatan taman ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga aset budaya dan organisasi agar tetap indah dipandang mata. Sementara itu, Ranting Siman menutup rangkaian aksi sosial dengan kerja bakti pembersihan jalan umum di sekitar Padepokan Ranting, memastikan akses jalan bagi warga sekitar padepokan tetap bersih, nyaman, dan terjaga dengan baik.

​Seluruh rangkaian aksi sosial ini membuktikan bahwa SH Terate Cabang Ponorogo benar-benar menerapkan ajaran Memayu Hayuning Bawana secara konkret. Sinkronisasi antara sejarah perjuangan Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan garis kebijakan kepengurusan Pusat Madiun tercermin dalam kemauan para siswa untuk turun langsung ke lapangan membantu masyarakat. Melalui langkah-langkah kecil namun nyata ini, SH Terate Cabang Ponorogo terus memperkokoh tonggak sejarah sebagai organisasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga luhur dalam budi pekerti dan tak tergoyahkan dalam mencintai NKRI.