PONOROGO – Nuansa hitam sakral menyelimuti kawasan jantung kota saat warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia memadati Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Minggu (5/4). Agenda Halal Bihalal 1447 H menjadi panggung besar bagi para pendekar untuk merajut kembali tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen moral terhadap Bumi Reyog.

Acara yang berlangsung dengan tertib ini dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, ranting, hingga tokoh-tokoh penting daerah. Kehadiran para warga di rumah rakyat ini menandakan kedekatan emosional organisasi dengan identitas kultural Ponorogo.
Dalam sambutanya yang penuh penekanan pada aspek spiritualitas, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, Kangmas Moh. Komarudin, mengingatkan bahwa kekuatan sejati seorang warga SH Terate bukan terletak pada otot, melainkan pada ketulusan hati. Beliau menegaskan:
Kadang-kadang warga SH Terate semua, momentum Halal Bihalal ini adalah saatnya kita kembali ke fitrah. Jangan sampai atribut yang kita pakai hanya menjadi kebanggaan lahiriah, tapi harus meresap ke dalam hati untuk selalu menebar kedamaian di masyarakat.”

Apresiasi tinggi datang dari pihak pemerintah daerah. Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lysdiarita yang hadir di tengah-tengah ribuan warga memandang SH Terate sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan kolaboratif:
“Kami atas nama pemerintah daerah sangat bangga melihat kerukunan ini. Ponorogo membutuhkan peran SH Terate untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita jadikan persaudaraan ini sebagai modal utama membangun daerah yang lebih maju dan kondusif.”

Nuansa religius semakin kental saat Drs. KH. Kasanun, M.Ag. naik ke podium untuk memberikan tausiah. Beliau membedah esensi hablum minannas (hubungan sesama manusia) yang menjadi fondasi dalam organisasi persaudaraan. Kutipan beliau menjadi pengingat tajam bagi seluruh hadirin:
Dosa kepada Gusti Allah itu mudah minta ampunnya, tapi dosa kepada sesama manusia, kuncinya ada di Halal Bihalal ini. Maka, jangan ada lagi rasa benci atau ganjalan di antara saudara (kadang) sendiri. Lebur semua kesalahan hari ini dengan ketulusan hati.”
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi jabat tangan massal yang berjalan sangat emosional. Para warga saling berangkulan dan memaafkan, membuktikan bahwa di bawah naungan “Setia Hati”, semua perbedaan melebur menjadi satu kekuatan persaudaraan yang utuh.Melalui momentum di Pendopo Agung ini, SH Terate Cabang Ponorogo kembali menunjukkan wajahnya sebagai organisasi yang tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga matang dalam menjaga harmoni dan etika bermasyarakat.









