
PONOROGO – Ribuan manusia berbaju hitam-hitam memenuhi berbagai penjuru wilayah Bumi Reog pada hari ini, Minggu, 12 April 2026, guna mengikuti agenda besar organisasi. Sebanyak 3.101 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia secara resmi melaksanakan tes kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke sabuk putih yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah ranting dan komisariat. Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting bagi regenerasi organisasi, mengingat jumlah peserta yang mencapai angka ribuan tersebut tersebar merata di tingkat kecamatan hingga lembaga pendidikan, menunjukkan antusiasme dan perkembangan pesat SH Terate di wilayah Ponorogo.

Pelaksanaan tes kenaikan tingkat ini dirancang untuk menguji kesiapan fisik, mental, serta pemahaman kerohanian para siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang tertinggi dalam status siswa. Selama kegiatan berlangsung, para peserta diwajibkan menunjukkan kemahiran mereka dalam memperagakan senam, jurus, teknik pasang, hingga materi sambung yang menjadi ciri khas bela diri SH Terate. Selain aspek fisik, para penguji juga memberikan penekanan khusus pada materi ke-SH-an guna memastikan bahwa setiap calon penyandang sabuk putih memiliki karakter yang berbudi luhur, sesuai dengan falsafah organisasi untuk memayu hayuning bawana.

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, Kangmas Komarudin S.Ag., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kedisiplinan para siswa dan dedikasi para pelatih yang telah membimbing mereka hingga tahap ini. Beliau menegaskan bahwa sabuk putih merupakan simbol kesucian serta kesiapan batin bagi seorang siswa sebelum nantinya menjalani prosesi pengesahan menjadi Warga Tingkat I pada bulan Muharram mendatang. Oleh karena itu, diharapkan ribuan siswa yang sukses menjalani tes hari ini dapat terus menjaga nama baik organisasi, menghormati sesama, dan menjadi teladan yang positif di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar ini dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. Hal tersebut tercapai berkat koordinasi yang solid antara panitia pelaksana di tingkat ranting dengan pihak kepolisian serta pengamanan internal organisasi. Dengan berakhirnya tes serentak ini, 3.101 siswa tersebut kini resmi menyandang sabuk putih dan siap memasuki fase pendadaran akhir, membawa semangat persaudaraan yang kuat untuk memperkokoh persatuan di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.







