Humas dan Protokol SH Terate Jadi Garda Depan Sukseskan BRB 2025

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

SHTERATEPONOROGO.OR.ID: Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo terus mematangkan persiapan menjelang gelaran akbar Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokol, yang digelar di Padepokan PSHT Jalan Ponorogo–Pacitan, Sabtu (1/11/2025) malam.

Rakor tersebut dibuka oleh Ketua Panitia BRB 2025, Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd., yang menegaskan bahwa tahun ini pelaksanaan BRB akan berbeda dan lebih besar dari sebelumnya. Menurutnya, Bumi Reog Berdzikir kini telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Ponorogo, atas dukungan langsung Bupati Sugiri Sancoko.

“Bupati berharap tahun ini BRB bisa memberi dampak ekonomi yang lebih luas, terutama bagi UMKM Ponorogo. Karena itu, kita perlu mempersiapkan dengan lebih matang, termasuk memperkuat peran Humas dan Protokol,” jelas Hamid.

Hamid menambahkan, tahun 2025 ini BRB mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Budaya dan Religi dalam Bingkai Persaudaraan”, dengan rangkaian acara yang akan berlangsung 21–28 Desember 2025.

Suasana Rakor BRB 2025 Humas dan Protokol PSHT Cabang Ponorogo. (Foto: Nala/Andre)

Selain pembahasan teknis kegiatan, rakor juga menyoroti pentingnya sinergi antara Humas dan Protokol untuk mendukung kelancaran acara.

Humas dan Protokol Diperkuat

Koordinator Bidang Humas PSHT Cabang Ponorogo, Noor Alim Faizin, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa mulai tahun ini BRB resmi masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Masuknya BRB dalam KEN menjadi kebanggaan bagi PSHT dan masyarakat Ponorogo. Artinya, acara ini sudah diakui secara nasional dan membawa dampak positif bagi daerah,” kata Alim.

Ia menegaskan, bahwa Humas dan Protokol memiliki peran strategis dalam menjaga citra organisasi serta memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib dan terpublikasi dengan baik.

“Humas menjadi ujung tombak publikasi, sementara Protokol bertugas memastikan kenyamanan dan kelancaran tamu undangan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Alim juga mengungkapkan rencana untuk menggandeng media nasional dan televisi swasta agar BRB 2025 bisa disiarkan secara langsung. Ia meminta setiap ranting dan komisariat mulai mendokumentasikan kegiatan sejak awal hingga pelaksanaan puncak acara.

“Semua dokumentasi harus tersusun rapi. Humas ranting wajib berkoordinasi dengan Humas Cabang agar pesan yang disampaikan ke publik tetap positif dan satu suara,” tambahnya.

Pengamanan dan Pelayanan Tamu Diperkuat

Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si menegaskan, bahwa humas dan protokol merupakan garda depan organisasi dalam penyelenggaraan event besar seperti BRB.

“Humas dan Protokol adalah wajah PSHT di depan publik. Saya berharap semua tetap profesional, komunikatif, dan membawa pesan positif dalam setiap publikasi,” ujarnya.

Komarudin menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) untuk memperlancar komunikasi lapangan dan pengawalan tamu undangan. Selain itu, setiap tamu VIP dan VVIP akan mendapat tanda khusus untuk memudahkan koordinasi protokol di lokasi acara.

“Kami ingin pelayanan kepada tamu lebih baik dari tahun sebelumnya. Setelah rakor ini, akan dilanjutkan dengan koordinasi bersama Pamter untuk aspek keamanan,” jelasnya.

Sinergi untuk Sukses Bersama

Koordinator Protokol PSHT Cabang Ponorogo, Himawan, menyampaikan bahwa padatnya agenda BRB menuntut disiplin dan koordinasi tinggi.

“Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak H-7, sehingga dibutuhkan koordinator di setiap kegiatan. Sinergi Humas dan Protokol sangat penting agar setiap agenda berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II PSHT Cabang Ponorogo, Mayor Purn. Tjatur Margo Suwahyo, menambahkan agar pembagian tugas antara Humas dan Protokol dilakukan secara terencana sesuai bidang masing-masing.

“Protokol harus aktif di lapangan, sementara Humas memastikan setiap momen terekam dengan baik. Keduanya saling melengkapi,” pesannya.

Rakor ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyusunan pembagian tugas teknis untuk persiapan BRB 2025. Semangat sinergi dan profesionalisme tampak kuat, sejalan dengan tujuan PSHT menjadikan Bumi Reog Berdzikir 2025 sebagai ajang kebanggaan Ponorogo yang membawa harmoni antara budaya, religi, dan persaudaraan. (Humas)