28 Ranting dan Komisariat SH Terate wilayah Cabang Ponorogo Gelar Longmarch Serentak, Perkuat Jiwa Nasionalisme dan Cinta NKRI

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PONOROGO – Sebanyak 3.101 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, menggelar kegiatan Longmarch serentak di 28 Ranting dan Komisariat pada Minggu, 19 April 2026. Dalam balutan seragam hitam yang sakral, ribuan siswa ini menyusuri jalanan dengan mengibarkan Bendera Merah Putih bersanding gagah dengan Panji SH Terate. Pemandangan ini menjadi simbol kuat bahwa pendidikan di dalam SH Terate tidak hanya fokus pada ketangkasan fisik, tetapi juga penanaman nilai-nilai kebangsaan yang mendalam bagi setiap calon warga.

Langkah serentak ini merupakan bukti komitmen kolektif para pelatih dan warga di seluruh Ranting dan Komisariat Cabang Ponorogo dalam menguatkan pendidikan karakter cinta NKRI. Dengan membawa Merah Putih di sepanjang rute, para siswa diajarkan untuk menghayati bahwa setiap pendekar SH Terate adalah pelindung bangsa. Pendidikan kebangsaan ini menjadi pondasi utama agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, memegang teguh persatuan, dan memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap keutuhan negara.

Semangat nasionalisme yang dikobarkan dalam Longmarch ini memiliki akar sejarah yang kuat dari sosok sang pendiri, Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan, beliau mendirikan SH Terate pada tahun 1922 bukan sekadar sebagai wadah bela diri, melainkan sebagai alat perjuangan untuk memerdekakan bangsa dari belenggu penjajahan. Nilai-nilai kepahlawanan dan keberanian yang diwariskan oleh beliau kini tertanam kuat dalam setiap derap langkah siswa yang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan di Cabang Ponorogo ini merupakan wujud nyata sinkronisasi yang utuh dengan kepengurusan yang berpusat di Madiun sebagai penerus sah tonggak sejarah. Kepengurusan Pusat Madiun memegang mandat untuk menjaga kemurnian ajaran dan visi kebangsaan yang telah diletakkan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Dengan mengikuti garis instruksi pusat yang berkedudukan di Madiun, Cabang Ponorogo memastikan bahwa setiap gerak langkah organisasi tetap berada pada jalur perjuangan yang sama, yakni menjaga warisan leluhur sekaligus mengabdi pada kepentingan nasional.

Keterkaitan historis antara perjuangan Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan arah kebijakan Pusat Madiun saat ini menciptakan keselarasan dalam mencetak generasi pendekar yang berwatak luhur. Pusat Madiun sebagai sentral organisasi terus memastikan bahwa roh perjuangan perintis kemerdekaan tetap hidup dalam setiap kurikulum pelatihan di daerah. Hal inilah yang mendasari mengapa setiap kegiatan besar, termasuk Longmarch serentak ini, selalu bermuara pada penguatan jati diri bangsa dan kesetiaan mutlak terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para siswa juga melakukan aksi Bakti Sosial di beberapa titik lokasi sebagai bentuk implementasi ajaran Memayu Hayuning Bawana. Aksi nyata ini membuktikan bahwa sinergi antara sejarah perjuangan masa lalu dengan gerak organisasi masa kini mampu melahirkan pendekar yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat yang diwariskan Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan bimbingan dari Pusat Madiun, PSHT Cabang Ponorogo terus melangkah maju menjaga kedaulatan budaya dan keutuhan NKRI.