Sukseskan Grebeg Suro Kabupaten Ponorogo, SH Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun Ikuti Laku Tirakat 4 Penjuru dan Lampah Ratri Sewu Obor Memutari Telaga Ngebel

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PONOROGO – Rangkaian perayaan Grebeg Suro Pemkab Ponorogo tahun 2026 menyuguhkan nuansa sakral dan khidmat. Pada Senin malam, 15 Juni 2026, ribuan pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia secara serentak berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda tahunan bumi reog tersebut melalui laku spiritual menyambut malam 1 Suro. Dua agenda besar SH Terate ini masuk ke dalam kalender resmi Grebeg Suro Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang terbagi di dua lokasi utama dengan pengorganisasian yang matang, yakni kegiatan Laku Tirakatan di Alun-Alun Ponorogo serta kegiatan Lampah Ratri Sewu Obor di Kawasan Wisata Telaga Ngebel.

Di area pusat kota, nuansa spiritual terasa sangat kental sejak awal malam. Berkolaborasi dengan paguyuban Pamong Wengker, ribuan pendekar melakukan aksi jalan kaki secara khidmat menuju Alun-Alun Ponorogo. Berdasarkan dokumen resmi internal SH Terate, pergerakan massa ini diatur dengan sangat tertib dan dibagi menjadi empat titik kumpul penjuru utama. Penjuru pertama berpusat di Pasar Lanang untuk mengakomodasi massa dari Ranting Ponorogo, Babadan, Jenangan, Pudak, Pulung, dan PPMH Pasar Pon di bawah koordinasi Ranting Babadan yang dipimpin oleh Trisno Widodo. Penjuru kedua bertitik kumpul di Gedung Terpadu, menampung pergerakan dari Ranting Siman, Ngebel, Sooko, Sambit, Sawoo, Jetis, dan Mlarak di bawah koordinasi Ranting Siman oleh Sunardi, S.T.

Selanjutnya, penjuru ketiga mengambil titik start di Padepokan untuk mengoordinasikan massa dari Ranting Balong, Ngrayun, Bungkal, Slahung, dan UIN di bawah komando Ranting Balong oleh Peltu Pum Sumani. Adapun penjuru keempat bergerak dari Sentra Industri Tambakbayan yang menampung para pendekar dari Ranting Badegan, Jambon, Sukorejo, Sampung, Kauman, dan Koms Pemkab di bawah koordinasi Ranting Jambon oleh Ibnu Bogon, S.Pd. Aksi laku tirakat jalan kaki dari empat penjuru arah mata angin ini diikuti langsung oleh Ketua Cabang beserta jajaran pengurus cabang, Ketua Dewan Cabang beserta jajaran dewan cabang, serta jajaran Tingkat 2 atau Warga Sepuh SH Terate Ponorogo. Setibanya di Alun-Alun, seluruh rombongan melebur menjadi satu dalam keheningan untuk memanjatkan doa keselamatan bersama.

Di sela-sela kegiatan, Ketua SH Terate Cabang Ponorogo, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan seluruh elemen segenap pendekar ini merupakan wujud nyata kontribusi warga SH Terate dalam menjaga serta nguri-uri adat dan budaya.

“Malam ini kami membagi laku tirakat menjadi empat penjuru untuk menyatukan energi spiritual seluruh warga SH Terate di Ponorogo. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu bersinergi dengan Pemkab Ponorogo, serta memastikan bahwa kehadiran SH Terate mampu membawa rasa aman, damai, dan kesejukan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu di waktu yang bersamaan, atmosfer magis menyelimuti lingkar lereng Gunung Wilis. Bekerjasama dengan jajaran Forkopimca (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Ngebel, ribuan pendekar SH Terate Ranting Ngebel ikuti kegiatan Lampah Ratri Sewu Obor. Massa dengan pakaian sakral hitam berbaris rapi memutari dan mengitari Telaga Ngebel sembari membawa oncor atau obor bambu yang menyala. Kehadiran cahaya oncor yang memantul di permukaan telaga menciptakan pemandangan yang luar biasa sekaligus sakral. Di dalam rangkaian kegiatan Lampah Ratri Sewu Obor tersebut, terdapat pula prosesi larungan yang diiringi oleh doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh masyarakat Ngebel.

Seluruh rangkaian kegiatan spiritual yang diikuti oleh SH Terate Cabang Ponorogo ini esensinya adalah memanjatkan doa bersama. Momen menyambut malam 1 Suro ini dijadikan sebagai wadah munajad atau mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui laku prihatin, tirakat, dan keheningan malam tersebut, keluarga besar SH Terate memohon agar kehidupan seluruh masyarakat Ponorogo ke depan senantiasa diberikan kelancaran, segala urusan dipermudah, serta dijauhkan dari segala macam bencana dan marabahaya. Keberhasilan acara yang berlangsung aman dan kondusif ini membuktikan komitmen warga SH Terate Ponorogo yang senantiasa bersinergi dengan Pemkab Ponorogo dan Masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mengawal kesuksesan Grebeg Suro 2026.