
Lamongan – Kontingen Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, kembali mengukir sejarah manis di kancah persilatan Jawa Timur dengan meraih predikat Juara Umum III pada ajang Kejurprov SH Terate Cup IV Jatim 2026. Kompetisi bergengsi yang dipusatkan di Kabupaten Lamongan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 29 Januari hingga 1 Februari 2026, dengan atmosfer persaingan yang sangat kompetitif. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa Pendekar Bumi Reog tetap menjadi salah satu barometer kekuatan pencak silat yang diperhitungkan di tingkat regional, terutama dalam menjaga tradisi prestasi di organisasi SH Terate
Kejuaraan tahunan ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa, di mana sebanyak 485 pesilat tangguh turun gelanggang untuk memperebutkan gelar terbaik. Para atlet tersebut merupakan perwakilan terpilih dari 38 Cabang SH Terate yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Dengan skala peserta yang masif dan cakupan wilayah yang luas, persaingan di setiap kelas pertandingan menjadi sangat ketat, sehingga menuntut ketahanan fisik serta kecerdasan strategi yang mumpuni dari setiap kontingen yang bertanding. Lebih lanjut, Aji Bangkit Pamungkas sebagai TIM Prestasi SH Terate Ponorogo memberikan pernyataannya saat ditemui terpisah pasca selesai kegiatan.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan suport kepada tim psht cabang Ponorogo. Event ini sangat luar biasa persaingan ketat dan menantang. Hasil maksimal yang di raih tim PSHT cabang Ponorogo juara umum 3 membuktikan bahwa kita bisa dan mampu menorehkan prestasi di kancah provinsi. Harapannya semoga kedepan bisa tembus juara nasional dan bisa menorehkan prestasi lebih tinggi lagi, Aminn.”

Sepanjang jalannya turnamen, para atlet kebanggaan Ponorogo menunjukkan dominasi yang luar biasa di atas gelanggang dengan teknik yang matang dan mentalitas petarung yang kuat. Berdasarkan data akhir rekapitulasi medali, kontingen SH Terate Cabang Ponorogo berhasil membawa pulang total 11 medali yang terdiri dari 4 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Ponorogo di posisi tiga besar, bersanding ketat dengan Cabang Ngawi yang keluar sebagai Juara Umum I dan Kota Blitar yang menduduki posisi Juara Umum II.
Menanggapi prestasi tersebut, Ketua SH Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, Kangmas Mohammad Komarudin, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi seluruh kontingen. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Juara Umum III ini merupakan pencapaian luar biasa, mengingat para atlet harus bekerja keras menyisihkan lawan-lawan profesional dari berbagai cabang. Baginya, setiap medali yang diraih adalah simbol dari tetesan keringat dan disiplin tinggi yang selama ini ditempa secara intensif melalui pemusatan latihan.

“Pencapaian ini adalah bukti nyata dari mentalitas petarung atlet Ponorogo. Meraih Juara Umum III dengan menyisihkan atlet-atlet profesional se-Jawa Timur bukanlah perkara mudah, namun ini baru permulaan. Saya berharap hasil ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh tim untuk melipatgandakan intensitas latihan demi mengejar target Juara dalam berbagai ajang kejuaraan di masa mendatang,” tegas Mohammad Komarudin saat dihubungi terpisah
Puncak acara Kejurprov ini ditandai dengan prosesi penutupan yang dipimpin langsung oleh Ketua II Bidang Teknik SH Terate Pusat Madiun, Kangmas Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyerahkan trofi penghargaan kepada perwakilan kontingen di hadapan ribuan pasang mata yang memadati lokasi kejuaraan di Lamongan. Momen penyerahan piala ini menjadi simbol apresiasi pusat terhadap kualitas pembinaan atlet di tingkat cabang, di mana Ponorogo terbukti mampu konsisten berada di jajaran elit persilat Jawa Timur.
Selain sebagai ajang prestasi, kemenangan di Kejurprov tahun ini memiliki makna yang sangat strategis karena berfungsi sebagai seleksi bagi para atlet menuju pertandingan di tingkat internasional. Para peraih medali emas dari Ponorogo kini telah mengantongi tiket untuk melaju ke ajang yang lebih tinggi, yakni Grand Final Kejuaraan Internasional yang dijadwalkan berlangsung di Padepokan Agung Madiun. Ajang tersebut nantinya akan mempertemukan para pesilat terbaik dari berbagai negara, sehingga persiapan yang lebih matang menjadi fokus utama bagi kontingen Ponorogo ke depan.

Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus SH Terate Cabang Ponorogo berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi dan koordinasi menyeluruh demi kemajuan prestasi di masa depan. Semangat terus digelorakan untuk membakar mentalitas para pendekar SH Terate di Bumi Reog agar terus memberikan yang terbaik bagi organisasi dan daerah. Dengan dukungan penuh dari seluruh warga SH Terate, Cabang Ponorogo optimis akan terus bergerak melahirkan juara-juara baru yang tidak hanya unggul secara fisik dan teknik, tetapi juga memiliki keluhuran budi pekerti sebagaimana ajaran Setia Hati Terate. (Tim Humas SH Terate Cabang Ponorogo)






