
Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, kembali menunjukkan dominasinya dalam pembinaan atlet usia dini. Prestasi membanggakan kali ini datang dari kontingen “Terate Kids” Rayon Beton, Ranting Siman, yang sukses memborong medali dalam ajang bergengsi MUHIPO Pencak Silat Competition 2026 yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pola latihan intensif dan dedikasi tinggi yang diterapkan di tingkat rayon mampu mencetak bibit-bibit pesilat muda yang kompetitif di level kabupaten.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 29 hingga 31 Januari 2026 tersebut, diikuti oleh kontingen Terate Kids Beton dengan mengirimkan sebanyak 12 atlet pilihan dari jenjang pendidikan SD hingga SMP. Keikutsertaan ini bukan tanpa persiapan matang, sebab ke-12 atlet tersebut merupakan hasil dari tahapan seleksi internal yang ketat, menyisihkan setidaknya 40 siswa lain di tingkat rayon. Dari jumlah yang dikirimkan, secara luar biasa 10 atlet di antaranya berhasil meraih podium, yang terdiri dari 4 medali perak dan 6 medali perunggu.
Dalam kompetisi yang berlangsung ketat tersebut, kontingen Rayon Beton berhasil menempatkan empat atlet terbaiknya di podium kedua. Medali perak tersebut dipersembahkan oleh Rayhan Ardhari Nur Ihwan, Gilang Abyan Abdilah, Naswa Navisa Ramadania, dan Meinanda Cahyani Salsabilla. Keempat pesilat muda ini tampil memukau dengan teknik pertahanan dan serangan yang taktis, menunjukkan kematangan mental meski masih berada di kategori usia dini.
Tidak hanya di podium kedua, dominasi Terate Kids Rayon Beton juga terlihat dengan raihan enam medali perunggu. Nama-nama seperti Kayla Zahrana Putri Alona, Ilham Daffa Gustvanz, Muhhamad Aldyano Mustafid, Arsill Pramudia Admaja, Muh Daffa Almas Firmansyah, dan Muh Sulthon Nahzhirul Asrofi berhasil mengamankan posisi juara ketiga setelah melalui pertarungan sengit di gelanggang.
Pencapaian kolektif ini membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PSHT Ranting Siman karena mampu meloloskan banyak perwakilan hingga ke babak semifinal dan final.Ketua Rayon Beton, Setyo Pambudi, mengungkapkan rasa syukurnya mengingat ini merupakan event kedua yang diikuti oleh kontingennya dengan hasil yang sangat memuaskan bagi tim kepelatihan.
“Alhamdulillah, dari 12 atlet yang kita kirim, 10 atlet di antaranya mendapatkan podium, dan ke depannya kami pengurus Rayon Beton beserta tim kepelatihan akan terus berevaluasi untuk ukir prestasi yang lebih tinggi demi membawa anak didik kami menjadi atlet kebanggaan Bumi Reog maupun Indonesia kelak,” ungkap pria yang akrab disapa Budi tersebut dalam sesi wawancara.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, Kangmas Mohammad Komarudin, S.Ag., M.Si., turut memberikan suntikan semangat agar para atlet tidak cepat berpuas diri dan terus membidik target yang lebih tinggi pada ajang berikutnya.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras adik-adik dari Rayon Beton, namun jadikan medali perak dan perunggu ini sebagai bahan bakar untuk berlatih lebih keras lagi. Saya yakin dengan disiplin yang konsisten, di kejuaraan mendatang kalian tidak hanya pulang membawa prestasi, tapi mampu menyapu bersih medali emas dan berdiri di podium tertinggi,” tegasnya memberikan motivasi.

Sebagai penutup, kesuksesan Terate Kids Rayon Beton di ajang MUHIPO Competition 2026 ini bukan sekadar tentang perolehan medali, melainkan tentang pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan menjunjung tinggi sportivitas. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi seluruh siswa SH Terate di berbagai rayon lainnya untuk terus berlatih dengan giat. Dengan sinergi yang kuat antara atlet, pelatih, dan pengurus, pencak silat Ponorogo optimis akan terus melahirkan pendekar-pendekar berprestasi yang mampu mengharumkan nama organisasi dan daerah di kancah yang lebih luas. (AS/AF, Kontributor Humas SH Terate Ponorogo)






