
MADIUN – Suasana khidmat menyelimuti Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun – Indonesia, yang berlokasi di Jalan Merak Nomor 10 dan 17. Ribuan pasang mata tertuju pada agenda akbar lima tahunan, yakni Parapatan Luhur (Parluh) 2026, yang menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi.
Di tengah deretan tokoh dan pimpinan yang hadir, tampak Ketua PSHT Cabang Ponorogo hadir secara langsung untuk mengawal jalannya musyawarah besar ini. Kehadiran beliau bukan sekadar seremonial, melainkan membawa amanah dari seluruh warga PSHT Cabang Ponorogo untuk ikut serta menentukan arah kebijakan organisasi di tingkat pusat bagi masa bakti mendatang.
Dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, Ketua PSHT Cabang Ponorogo menegaskan bahwa Parapatan Luhur 2026 adalah manifestasi nyata dari demokrasi dan kedaulatan organisasi.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menjaga ajaran luhur, menjalankan tugas konstitusi organisasi, serta memastikan bahwa estafet kepemimpinan dan pertanggungjawaban selama lima tahun terakhir berjalan dengan transparan dan sukses,”
Rangkaian Parapatan Luhur yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Februari 2026 ini memfokuskan agenda pada laporan pertanggungjawaban pengurus pusat atas kinerja selama lima tahun terakhir. Forum tertinggi ini menjadi ruang bagi seluruh pimpinan cabang untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan visi strategis demi kemajuan PSHT di masa mendatang.

Dalam kesempatan istimewa ini, Ketua PSHT Cabang Ponorogo hadir secara langsung untuk bergabung dalam barisan para pimpinan organisasi. Kehadiran beliau menjadi sangat signifikan karena Parluh 2026 kali ini mencatat sejarah dengan partisipasi yang luar biasa luas, yakni diikuti oleh delegasi dari 375 cabang di seluruh Indonesia serta 35 cabang khusus yang tersebar di luar negeri.

Ketua PSHT Cabang Ponorogo juga menyampaikan harapannya agar hasil dari Parapatan Luhur ini mampu membawa kemajuan yang signifikan. Beliau menekankan pentingnya menciptakan suasana yang ayem, tentram, dan guyub rukun di internal organisasi, agar PSHT terus mendapatkan rida dari Allah SWT dan memberikan keberkahan bagi masyarakat luas
“Kita semua berharap, melalui forum ini, akan lahir keputusan yang terbaik di antara yang baik. Fokus kita adalah bagaimana organisasi ini tetap solid, menjunjung tinggi persaudaraan, dan tetap teguh pada prinsip Memayu Hayuning Bawono,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diisi dengan berbagai diskusi mendalam mengenai pengembangan organisasi dan pelestarian ajaran. Dengan suksesnya penyelenggaraan Parluh 2026, diharapkan Persaudaraan Setia Hati Terate semakin jaya dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai organisasi pencak silat yang menjunjung tinggi budi luhur.






