Ekonomi Meroket di Bumi Reog Berdzikir 2025, Penjual Nasi Pecel Raup Rp 5 Juta Sehari

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

SHTERATEPONOROGO.OR.ID: Puluhan ribu warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun memadati Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, dalam gelaran Bumi Reog Berdzikir 2025, Minggu, 28 Desember 2025.

Kegiatan keagamaan ini tak hanya menjadi ruang doa dan persaudaraan, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat secara signifikan.

Sejak pagi hingga malam hari, kawasan pusat kota Ponorogo dipenuhi peserta dari berbagai daerah.

Lantunan dzikir dan doa bersama menggema, sementara aktivitas jual beli berlangsung padat di sekitar lokasi acara.

Dampak ekonomi langsung dirasakan para pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro. Ratusan lapak makanan, minuman, hingga cendera mata diserbu pengunjung.

Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka melonjak tajam dibanding hari biasa. Heru Bowoh, pedagang asal Ponorogo, menyebut Bumi Reog Berdzikir menjadi penopang ekonomi di tengah masa libur sekolah.

“Biasanya saya berjualan keliling ke sekolah. Saat libur seperti ini pendapatan menurun. Alhamdulillah, acara ini membuat saya tetap bisa berjualan dan mencukupi kebutuhan keluarga,” kata Heru.

Lonjakan omzet juga dirasakan Sriyani, penjual nasi pecel di sekitar Gedung Sasana Praja. Ia menyebut pendapatannya meningkat drastis.

“Biasanya omzet hanya ratusan ribu. Hari ini bisa tembus Rp 5 juta,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa kembali digelar pada 2026. Pedagang lain, Ilham, penjual sambal ijo asal Sawoo, bahkan mencatat omzet hingga Rp 26 juta dalam sehari.

“Acara seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Semoga bisa rutin tiap tahun,” katanya.

Bumi Reog Berdzikir 2025 menegaskan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar tak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Di Bumi Reog, dzikir dan denyut ekonomi rakyat berjalan beriringan. (Humas)