Dari Ponorogo, Lisdyarita Tegaskan Bumi Reog Berdzikir sebagai Ikhtiar Doa Bersama untuk Bangsa

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

SHTERATEPONOROGO.OR.ID: Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita menegaskan, bahwa kegiatan Bumi Reog Berdzikir merupakan ikhtiar doa bersama untuk bangsa yang berangkat dari kepedulian atas berbagai musibah yang terjadi di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Lisdyarita saat menghadiri Bumi Reog Berdzikir 2025 yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo Pusat Madiun.

“Kegiatan ini berawal dari doa bersama atas musibah yang pernah terjadi. Di tahun 2025 ini, doa kita panjatkan khusus untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” kata Lisdyarita, Minggu 28 Dssember2025.

Menurut Lisdyarita, Bumi Reog Berdzikir tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang spiritual kolektif yang merekatkan nilai religius, solidaritas sosial, dan kebudayaan lokal.

Ia menilai tradisi tersebut mencerminkan karakter masyarakat Ponorogo yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi konsistensi PSHT dalam merawat nilai budaya dan spiritual melalui Bumi Reog Berdzikir.

Emil menegaskan bahwa pencak silat memiliki makna yang lebih luas dari sekadar olahraga atau bela diri.

“Pencak silat bukan hanya olahraga atau bela diri, tetapi identitas budaya bangsa. Tradisi seperti yang dilakukan di Ponorogo ini penting untuk menjaga nilai-nilai tersebut agar tetap hidup dan berkembang,” ujar Emil.

Emil menambahkan, sinergi antara kegiatan spiritual dan pelestarian budaya menjadi kekuatan penting dalam memperkokoh jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi.

Ia berharap, pencak silat, termasuk yang berkembang di Ponorogo, dapat terus dikenalkan hingga ke tingkat internasional.

Kegiatan Bumi Reog Berdzikir 2025 merupakan penyelenggaraan kelima kalinya dan diikuti ribuan warga PSHT dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah peserta tahun ini meningkat hingga 120 ribu peserta dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Selain doa bersama, acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga PSHT, sekaligus momentum memperkuat posisi Ponorogo sebagai salah satu pusat budaya dan spiritual di Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyampaikan apresiasi atas peran PSHT yang konsisten menghadirkan kegiatan bernuansa religius dan budaya. Lisdyarita berharap Bumi Reog Berdzikir dapat terus berlanjut sebagai ruang doa bersama sekaligus sarana mempererat persaudaraan lintas daerah. (Humas)