Kontingen atlet pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 yang digelar di Manahan, Surakarta. Dari total atlet yang diberangkatkan, dapat berhasil membawa 14 Medali sebagai hasil dari perjuangan maksimal di gelanggang. Keikutsertaan atlet asal cabang Kabupaten Ponorogo ini terbagi melalui skema pengiriman yang masing-masing menunjukkan performa luar biasa dan mengharumkan nama daerah.

Menerjunkan sepuluh atlet pilihan dari berbagai ranting, kontingen yang diberangkatkan melalui tim pemusatan di cabang yang memperkuat kontingan SH Terate Pusat Madiun berhasil mengumpulkan total sembilan medali yang terdiri dari dua medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Dua medali emas dipersembahkan oleh Dirga Hermanda Wijaya dari Ranting Jenangan pada kelas C Putra Remaja dan Gilang Wahyu Adi Prasetyo dari Ranting Balong pada kelas C Putra Remaja. Sementara itu, tiga medali perak disumbangkan oleh Asrofi Abdul Aziz dari Ranting Balong di kelas C Putra Remaja, Arvian Bagus Pratama dari Ranting Bungkal di kelas G Putra Remaja, serta Mar’atul Jamilah dari Komariat Pemkab di kelas A Putri Remaja. Empat medali perunggu diraih oleh Bangkit Mandiri Pribadi dari Ranting Balong di kelas A Putra Remaja, Nabillah Nazwa Putri dari Komariat PPMH Pasarpon di kelas B Putri Remaja, Selvia Istiasari dari Komariat PPMH Pasarpon di kelas C Putri Remaja, serta Rosy Arya Pradana dari Ranting Kauman di kelas H Putra Dewasa. Satu atlet lainnya yaitu Sanny Facrhu Riandi dari Komariat PPMH Pasarpon di kelas Under A Putra Dewasa juga telah berjuang secara maksimal di arena pertandingan.

Selain melalui kontingen yang diberangkatkan oleh cabang, kebanggaan ini semakin lengkap berkat partisipasi lima atlet asal Ponorogo yang ikut berjuang memperkuat langsung kontingen SH Terate Pusat Madiun. Mereka tampil sangat dominan dengan memborong empat medali emas dan satu medali perak. Empat medali emas dipersembahkan dengan sangat gemilang oleh Ayla Aditya Putri Atmaja dari Ranting Kota pada kategori Tunggal Bebas Putri, Nabilah Faiq Ihwal Muttaqin dari Ranting Bungkal di kelas C Putra Remaja, Roro Pathirtan Kusworo dari Ranting Jenangan di kelas D Putri Remaja, serta Alif Tajul Mulk dari Ranting Jenangan pada kategori Tunggal Bebas Putra Remaja. Satu medali perak lainnya turut disumbangkan oleh Andika Rianto dari Ranting Jenangan yang turun di kelas D Putra Dewasa.
Ketua Cabang Kabupaten Ponorogo, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa para atlet di kancah nasional tersebut. Beliau mengungkapkan, “Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kedisiplinan latihan, soliditas organisasi, serta pembinaan yang berjalan dengan sangat baik di setiap tingkatan. Keberhasilan membawa pulang berbagai medali ini harus menjadi momentum kebersamaan untuk terus memajukan prestasi pencak silat di Ponorogo dan membuktikan kualitas ksatria daerah di tingkat nasional.”
Sementara itu, Aji Bangkit Pamungkas, mantan atlet peraih medali emas di Asian Games yang kini mendedikasikan diri sebagai salah satu pelatih atlet cabang kabupaten Ponorogo, turut memberikan pandangannya terhadap hasil pertandingan. Ia menyampaikan, “Alhamdulillah, atlet SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo berhasil menyumbang prestasi terbaiknya dengan membawa pulang sembilan medali. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras yang sudah diusahakan secara maksimal. Walaupun belum banyak menyumbang medali emas, namun sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya di gelanggang.”
Ia juga menambahkan bahwa kejuaraan di Surakarta merupan ajang uji coba diri atau try out menuju event utama yang jauh lebih besar. “Banyak pelajaran dan evaluasi yang harus kami benahi lagi. Semoga kejuaraan ini menjadi batu loncatan yang tepat menuju event utama yang lebih besar yaitu POPDA dan PORPROV tahun depan, sehingga atlet-atlet binaan SH Terate cabang Kabupaten Ponorogo mampu memberikan kontribusi terbaik dan yang maksimal untuk Kabupaten Ponorogo di event-event besar Jawa Timur,” pungkasnya.

Keberhasilan beruntun ini tentu tidak terlepas dari komitmen jangka panjang organisasi dalam memperkuat sistem pembinaan dan penggalian bibit-bibit atlet sejak usia dini. Melalui konsistensi program latihan yang terarah, jajaran pengurus terus mengoptimalkan sinergitas lintas lini yang melibatkan peran aktif dari tingkat ranting, komisariat, hingga ke seluruh rayon di wilayah cabang Ponorogo. Kolaborasi yang solid dari akar rumput ini menjadi fondasi utama dalam memantau, menyaring, dan mengasah potensi para siswa agar siap bermental juara.
Sinergitas yang terbangun secara menyeluruh di setiap pelosok wilayah tersebut memastikan bahwa proses regenerasi atlet pencak silat berjalan tanpa terputus. Dengan dukungan penuh dari para pelatih berpengalaman dan pengurus cabang, setiap potensi muda di tingkat ranting, Komisariat hingga rayon memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Langkah strategis ini diyakini mampu melahirkan lebih banyak lagi talenta berbakat yang siap mengharumkan nama SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo dan berkontribusi nyata dalam mendongkrak kualitas olahraga prestasi di masa depan. (Humas)






