Ribuan Siswa PSHT Cabang Kab. Ponorogo Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Polos ke Jambon, Teguhkan Semangat Melahirkan Pendekar Berbudi Luhur

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PONOROGO — Ribuan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, dengan penuh antusias mengikuti ujian kenaikan tingkat dari sabuk polos ke jambon. Kegiatan yang mengusung tema “Menempa Fisik dan Mental untuk melahirkan pendekar berbudi luhur yang tangguh menghadapi tantangan zaman” ini tersebar di 29 ranting dan komisariat serta dibagi ke dalam empat sesi pelaksanaan, yaitu pada tanggal 12, 13, 19, dan 20.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada tanggal 12 dan 13 di beberapa titik lokasi, pelaksanaan ujian dapat berlangsung lancar, tertib, dan disiplin. Aspek keamanan dan ketertiban selama kegiatan ini dikawal ketat dengan sinergitas aparat keamanan dan Pengamanan Terate (Pamter). Adapun penyelenggaraan teknis diatur dan dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing ranting dan komisariat.

Sesuai dengan semangat tematiknya, ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar evaluasi fisik semata, melainkan wadah penempaan mental dan spiritual para siswa agar menjadi pendekar yang berbudi luhur serta tangguh. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk memantau serta menjaring bibit-bibit atlet potensial yang diproyeksikan untuk menjuarai berbagai ajang kejuaraan, baik di tingkat lokal, regional, hingga internasional.

Berkat pola pendidikan pencak silat yang baik, sehat, dan berkarakter, Cabang Kabupaten Ponorogo telah melahirkan banyak atlet berprestasi. Saat ini, sejumlah atlet didikan SH Terate Ponorogo bahkan berhasil menjuarai berbagai pertandingan bergengsi dan tengah tergabung dalam kontingen Pusat Madiun pada kejuaraan Pencak Silat Piala Panglima TNI di Solo.

Dalam arahannya, Ketua Dewan Cabang Kabupaten Ponorogo, Kangmas KH. Hasyim Asy’ari, berpesan agar seluruh siswa senantiasa memegang teguh ajaran budi pekerti luhur.”Ujian kenaikan tingkat ini bukan hanya tentang seberapa kuat fisik seorang siswa dalam memperagakan gerak, tetapi bagaimana nilai-nilai ke-SH-an, keluhuran budi pekerti, serta keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa tertanam kuat di dalam hati siswa SH Terate,” pesan Kangmas KH. Hasyim Asy’ari.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Cabang Kabupaten Ponorogo, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang solid di seluruh jajaran ranting dan komisariat hingga pengamanan Pamter.”Kami bersyukur gelombang awal pada tanggal 12 dan 13 berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan disiplin. Ini adalah bukti komitmen bersama dari 29 ranting dan komisariat dalam menjaga kualitas kaderisasi ajaran yang tertib secara administrasi maupun teknis pelaksanaan di lapangan,” ujar Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pencak Silat Ajaran yang bertanggung jawab di tingkat cabang, Kangmas Purnomo Sidi, S.Pd, menjelaskan bahwa proses pengujian dirancang secara komprehensif untuk menguji standar kualitas gerak dasar sekaligus memproyeksikan lahirnya atlet-atlet unggulan yang menjadi andalan Kabupaten Ponorogo.”Dari proses ujian sabuk polos ke jambon ini, kami secara ketat memantau perkembangan teknik dasar, fisik, mental, and spiritual siswa. Dari sinilah bibit-bibit atlet potensial mulai kami petakan dan bina secara terarah agar siap mengharumkan nama SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo di berbagai kejuaraan tingkat regional, nasional, maupun internasional,” pungkas Kangmas Purnomo Sidi, S.Pd.

Keberhasilan rangkaian ujian kenaikan tingkat ini menegaskan bahwa proses kaderisasi di tubuh SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo berjalan secara konsisten, terstruktur, dan berkesinambungan. Melalui pengawasan ketat dari tingkat cabang, ranting, hingga rayon sebagai ujung terdepan pelaksana latihan, setiap tahapan seleksi tidak hanya mencetak pesilat yang mahir secara teknik, tetapi juga membangun kesadaran sosial yang tinggi agar para siswa senantiasa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar serta menjaga kondusifitas keamanan di tengah masyarakat.

Ke depannya, SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengevaluasi setiap program pembinaan yang ada. Dengan sinergi yang kuat antara dewan cabang, pengurus cabang, bidang pencak silat ajaran, bidang prestasi, dan bidang-bidang terkait, serta 29 ranting dan komisariat, SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo optimis dapat terus mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas, berprestasi, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Menjelang pelaksanaan sesi lanjutan yang dijadwalkan pada tanggal 19 dan 20, jajaran pengurus ranting dan komisariat yang mendapat jadwal di tanggal tersebut terus menggodok berbagai persiapan secara matang.

Evaluasi dari kelancaran sesi sebelumnya menjadi acuan penting agar pelaksanaan gelombang berikutnya dapat berjalan semakin tertib, aman, dan disiplin. Koordinasi intensif terus dilakukan, mulai dari kesiapan lokasi, materi pengujian, hingga pengamanan bersama aparat Pamter di tiap-tiap wilayah, demi mencetak generasi pendekar SH Terate yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. (Humas Cabang)