Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Komitmen Bersama Jaga Kamtibmas: PSHT Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia Hadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Kegiatan Pencak Silat Bulan Suro 2026 di Polres Ponorogo

PONOROGO – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif menjelang kegiatan pencak silat pada Bulan Suro Tahun 2026, Kepolisian Resor Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan komprehensif pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Polres Ponorogo tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Ponorogo, serta dihadiri oleh berbagai unsur penting di antaranya PASIOPS KODIM 0802 Ponorogo, Kesbangpol, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan jajaran pimpinan serta perwakilan resmi dari berbagai perguruan pencak silat di wilayah Ponorogo.

​Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia, turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut guna menyamakan persepsi, memperkuat sinergitas lintas sektoral, serta merumuskan langkah-langkah taktis dalam pengamanan agenda pencak silat selama Bulan Suro. Berdasarkan hasil keputusan rapat, seluruh pihak sepakat agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan penuh kekhidmatan, aman, serta lancar. Pertemuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari Rapat Koordinasi tingkat Kepolisian Daerah (POLDA) Jawa Timur yang berfokus pada pemetaan potensi kerawanan dan pengelolaan rencana kegiatan dari masing-masing perguruan pencak silat agar tidak tumpang tindih di lapangan.

​Sebagai bentuk komitmen preventif, pihak kepolisian menyepakati sejumlah poin penting yang wajib dipatuhi bersama, di antaranya kewajiban bagi seluruh perguruan untuk segera melaporkan setiap perubahan agenda kepada Kabag Ops guna meminimalisir miskomunikasi. Di samping itu, pengamanan internal akan dimaksimalkan dengan melibatkan Satuan Pengamanan Terate (Pamter) secara aktif guna menjaga kondusivitas wilayah serta melakukan penertiban yang ketat terhadap kelompok – kelompok yang berpotensi memicu gesekan di jalanan.

​Teknis mobilisasi massa juga diatur secara rigid, di mana pergeseran seluruh anggota dari titik pemberangkatan masing-masing diwajibkan menggunakan kendaraan roda empat. Guna menjamin keselamatan dan ketertiban, pihak perguruan diinstruksikan untuk selalu menjalin koordinasi intensif dengan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) setempat agar pergerakan massa mendapatkan pengawalan resmi kepolisian dari titik berangkat hingga kembali pulang. Selain itu, komunikasi yang harmonis antarperguruan silat juga harus terus dibuka demi mengantisipasi segala bentuk provokasi.

​Ditemui secara langsung usai mengikuti jalannya rapat koordinasi di Aula Wengker, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Ponorogo, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya siap bersinergi, mendukung penuh, serta mematuhi seluruh butir kesepakatan hasil rakor yang telah ditetapkan bersama Polres Ponorogo demi kenyamanan masyarakat. Beliau menggarisbawahi bahwa momentum Bulan Suro merupakan waktu yang sakral bagi warga pencak silat, sehingga menjaga kekhidmatan ritual dan tradisi adalah tanggung jawab mutlak yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh elemen organisasi dari tingkat cabang hingga ke akar rumput.

​”Kami dari Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo sepenuhnya siap bersinergi dan mematuhi hasil kesepakatan rakor hari ini. Bulan Suro adalah momentum yang sakral, sehingga kami berkomitmen penuh untuk menjaga kekhidmatan tersebut dengan maksimalkan peran para jajaran Ranting hingga Tingkat Rayon, kemudian Pamter, dan pastikan mobilisasi menggunakan roda empat sesuai jalur pengawalan Polsek. Kami juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan saudara-saudara dari perguruan lain. Ponorogo adalah rumah kita bersama, dan kenyamanannya adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si. melalui wawancara.

​Kesadaran kolektif serta komitmen nyata yang ditunjukkan oleh pendekar PSHT Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia ini diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian kegiatan tradisi di Bulan Suro 2026 di wilayah Kabupaten Ponorogo dapat berlangsung dengan aman, damai, kondusif, sekaligus menjadi teladan positif bagi daerah-daerah lainnya.