Tersebar di 7 Ranting, 883 Calon Warga SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo Resmi Jalani Tes Jago Tahap I

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

PONOROGO – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia resmi memulai rangkaian agenda tahunan menjelang pengesahan warga baru. Pada Senin, 8 Juni 2026, organisasi pencak silat ini melaksanakan kegiatan pengamatan ayam jago calon warga tahap pertama yang tersebar serentak di tujuh titik ranting dan komisariat di wilayah Kabupaten Ponorogo sejak pukul 13.00 WIB. Rangkaian sakral yang diikuti oleh ratusan siswa ini menandai dimulainya proses pemantapan psikologis sebelum resmi menyandang gelar Warga Tingkat I pada bulan Suro mendatang.

Berdasarkan data resmi dari sekretariat panitia, tercatat sebanyak 883 dari total 3000 lebih Calon Warga terlibat langsung dalam gelombang pertama ini. Persebaran peserta meliputi Ranting Babadan sebanyak 163 personel di padepokan setempat, Komisariat UIN mengirimkan 145 siswa bertempat di GOR UIN Ponorogo, serta Ranting Siman yang berpusat di padepokan ranting dengan 128 peserta. Selain itu, pengujian juga berlangsung di Lapangan Dukuh Ngadirejo untuk Ranting Jenangan dengan 139 peserta, Ranting Pemkab dengan 59 peserta di Padepokan Cabang, Ranting PPMH Pasar Pon dengan 135 peserta, dan ditutup oleh Ranting Ponorogo sejumlah 114 siswa di halaman SDN 2 Purbosuman. Seluruh jalannya kegiatan dipantau ketat oleh Dewan Pengamat Jago dan tim pendamping dari Cabang Ponorogo untuk memastikan prosesi berjalan khidmat.

Ketua Cabang Ponorogo Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., di sela – sela kegiatan pengamatan menegaskan bahwa tes jago bukanlah sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, tahapan ini merupakan gerbang wajib yang menguji dua dimensi calon pendekar, yakni kelayakan fisik melalui simbolisme ayam jago serta kematangan mental spiritual. Ayam jago yang dibawa oleh masing-masing calon warga diperiksa secara teliti sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan jiwa pantang menyerah.

Lebih lanjut, esensi sejati dari tradisi ini terletak pada evaluasi psikologis melalui pendalaman mental kerohanian. Melalui sesi khusus ini, jajaran Tingkat II atau Wiro Anom memberikan nasihat, wejangan, serta menanamkan nilai-nilai luhur organisasi. Tujuannya agar para calon warga benar-benar siap lahir dan batin menjadi manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mampu mengamalkan Lima Panca Dasar SH Terate yaitu persaudaraan, beladiri, keolahragaan, kesenian, dan kerohanian secara nyata di tengah-tengah masyarakat.

Menutup keterangannya, Kangmas Komarudin menyampaikan pesan mendalam terkait komitmen organisasi dalam menyongsong bulan suci Suro. Beliau menegaskan bahwa seluruh Pendekar SH Terate di Kabupaten Ponorogo berkomitmen penuh untuk tetap menjaga, membangun, dan menjadi yang terdepan dalam merawat persaudaraan. Seiring dengan komitmen tersebut, Ketua Cabang juga mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga SH Terate agar senantiasa menjaga ketertiban umum, tidak mudah terprovokasi isu negatif, dan wajib menjadi pelopor kedamaian di lingkungan masing-masing. Adapun penyelenggaeaan kegiatan tes jago akan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 14 Juni 2026.